Minggu, 01 September 2013

My Boss is a "Bule"


Setelah baca buku My Stupid Boss : favorite stories. Kocak  juga. Ini adalah buku ke tiga yang pernah kubaca setelah MSB 1 dan MSB 2. Di buku itu diceritakan tentang misskomunikasi antara bos bule dengan karyawannya. So.. si karyawan kurang ngerti omongan si bos. Dan  kejadian itu juga pernah kualami. Dulu aku kerja dengan bos orang bule (menurutku bukan bule karena dia orang Asia tapi karena orang luar Indo tetap aja kusebut bule). Pas pertama kali ketemu. Aku yakin ini orang kok bukan orang produk dalam negri ya. Rambutnya sih item tapi matanya sipit-sipit gimana gitu. Saat dia ngomong. Nah bener kan dugaanku. Kok bisa orang ini terdampar di Yogya. Aku tanya dengan karyawan senior katanya bos itu aslinya orang vietnam tapi lama tinggal di Australia (lhah imigran gelap dong). Dia nikah dengan cewek Yogya. Mereka ketemu saat kuliah di Australi. Ohhh pantes. Pas wawancara aku juga rada-rada bingung juga ngobrol dengan si boss. Bahasa indonesianya lumayan lancar dengan logat-logatnya tak jauh beda dengan logat Cinta Laura. Aih.. gimana besok kalau aku jadi kerja di tempat si bos ini.
Dan ternyata beneran. Aku kerja dengan bos orang bule ini. Setelah beberapa bulan kerja aku menemukan artikel ternyata nama belakang boss ini adalah nama dinasti yang dulu terkenal di Vietnam. Lhah bossku keturunan bangsawan dong.        Kesan pertama dia jadi bos. Orangnya ramah. Ga jaim. Itu terbukti, dia mau mengecat sendiri  ruangan yang kelak jadi ruanganku. Dan ada  kejadian pertama aku mis komunikasi dengan si boss saat aku membersihkan ruanganku dan si boss ikut-ikutan nimbrung. Ini mungkin tak akan terjadi jika aku tak “miskin” dalam bahasa inggris.
Boss : Mbak.. coba kamu ambil dinso  ke mbak endah.  Bersih meja pakai itu ? (kata dinso diucap dengan nada-nada sengau jadi ga jekas dengernya)
Aku : ???? (dinso.. apaan tuh )
Boss : Coba kamu tanya mbak Endah ?
Aku : Apa itu dinso ?? (tanya dengan rada takut)
Boss : Ini buat bersihin meja.
Aku : ??? (bengong ga ngerti)
Boss : Itu bubuk buat cuci-cuci..
Aku : Oh.. rinso toh... (langsung cabut keluar cari mbak endah)
Ternyata tak aku aja yang tidak mudeng dengan omongan bos.
Kringgg... kring... telepon kantor bunyi. Teman yang angkat. Teman ini bicara dengan si penelpon.
Teman : Mbak, kamu di cari Mr. P (nama bos) ke toko. (bisnis bos dan istrinya ini banyak. Ada toko tas, ada cafe dan ada warnet).
Aku : Hah.. hujan-hujan gini. (rada kaget saat itu memang hujan lebat banget)
Karena perintah bos aku nurut aja, temanku meminjamkan payung. Kebetulan letak toko ada di seberang jalan. Karena aku masih baru, aku bingung saat masuk ke toko. Kucari-cari si boss. Ah ternyata di lagi bingung, jalan mondar-mandir ga jelas karena tokonya pada bocor. Dengan rada takut ke nemui juga si bos.
Aku : Ada apa pak ?Manggil saya.
Bosss : Siapa yang manggil kamu ?? (dengan nada rada tinggi)
Aku : Lhah tadi katanya bapak nelpon. Katanya  saya diminta ke toko
Boss : Aku tidak manggil kamu. Itu orang-orang buru ke sini ? Ini toko pada bocor. (kebetulan memang ada tukang di kantorku yang lagi ngeramik. Apa orang itu yang bos maksud).
Aku : O alah... (ngeloyor pergi. Sudah basah-basahan ternyata salah pula)
Ternyata temanku salah terima omongan si bos. Bos bilang “cepat buru-buru ke toko”. Nah temanku nyangka “cepat guru baru ke toko”.  Si boss juga salah sih coba nambah satu kata “tukang “ pasti nyambung deh.
Yang bikin sebel dari si bos. Dia  ini sering ganti-ganti aturan. Misalnya soal absen. Awal-awalnya hanya absen di kantorku aja tapi karena ada kasus teman yang telat. Aturan absen pun dirubah. Kita absen lewat foto webcam. Secara kalau lewat webcam akan tahu jam berapa kita datang. Itupun untuk foto kita pergi bentar ke warnet (bisnis lain si boss) untuk setor muka. Eh karena beberapa bulan kemudian warnet tutup, aturan absen dirubah lagi. uh... ga konsisten bener.
Adalagi aturan yang menurutku rada sulit. Si boss buat aturan jika pembayaran anak-anak dibayar paling lambat tanggal 10 tiap bulannya. Aku sempat rada protes dengan peraturan ini karena pekerjaan ortu anak-anak beragam dan tak semua bisa gajian di awal bulan. Namun si boss tetap keukeh dengan aturannya karena di tempat anaknya sekolah peraturannya begitu. Lhah anak situ sekolah di sekolah elit. SPP tiap bulannya aja bisa sampe 750 ribu. Jangan samakan dengan ortu anak-anak sini dong ! Mereka pasti bayar cuma tidak mesti awal bulan. Ada sampe ortu yang memohon gitu. Kasihan juga sih.
Ya begitulah, ada-ada saja kejadian dengan bos bule ini. Terkadang si bos juga sidak tiba-tiba ke ruangan kita. Si boss ngajak ngobrol dengan anak-anak terkadang juga memberi arahan. Saat si boss ngomong semua pada diem dengerin tapi setelah si bos keluar dari ruangan...
Anak-anak : Tadi Mr. P ngomong opo to Bu ?
Aku : Ah.. embuh.. (cuek)
Anak-anak : Wah nek ngarasani Mr. P nganggo boso jowo wae yo. Kan Mr. P pasti ra mudheng.
Aku : Ho ohh.. (masih cuek karena lagi ngoreksi jawaban)
Memang si boss ini rada suka ngajak ngobrol. Tapi ujung-ujungnya kadang kita ngga ngerti apa katanya. Kita yang diajak ngobrol terkadang hanya angguk-angguk. Kadang ngerti kadang enggak.
Si bos ini terkadang juga tukang reparasi. Maklumlah si bos anak teknik jadi jika ada yang rusak si bos sendiri yang benerin. Mulai dari printer atau komputer yang rewel, pintu kamar mandi yang rusak, kipas angin dan AC yang ngadat. Semua bisa dia tangani. Tapi jeleknya.. setelah dia benerin dia tidak mau merapikan alat-alat tukangnya. Kita deh yang bersihin. Kita jadi tahu tempat si bos nyimpen peralatan tempurnya. Semua lengkap ada di bawah rak tempat cuci piring/gelas. Jika rak itu dibuka. Ada tang, palu, kabel, mur, baut dan kawan-kawannya. Semuanya ada di sini :-)   
Namun di awal tahun 2013 ini, si boss dan keluarganya akan pindah dan menetap di Australi. Katanya si boss akan kerja lagi di Qantas airline (Garuda Indonesianya Australi). Kepindahan si boss bersamaan dengan aku akan “cuti”. Saat aku terakhir kerja, aku menemui si bos sekedar “say good bye”. Si bos malah bilang dia akan traktir aku dan teman-teman sebelum dia pergi. Dan benar saja. Saat kita mau pulang si boss telah mempersiapkan satu paket bento ke aku dan teman-teman. Si boss juga memberikan satu dua patah kata sebagai ucapan terima kasihnya. Dan hari itu adalah hari terakhir aku ketemu bos. Ah.. sungguh akhir yang sangat mengesankan..

Senin, 26 Agustus 2013

Yang Dulu, yang Sekarang


I
ni hanya sekedar oleh-oleh dari pergi “mudik” kemarin Sabtu (24/08). Sejak mbah putri meninggal, lama aku tak berkunjung ke Jenar.  Terakhir kalinya mungkin sekitar awal tahun 2011  saat ada acara peringatan 1000 hari simbah. Seperti biasanya rasanya ingin pergi ke Jenar dengan naik prameks. Secara naik prameks itu lumayan enak. Selain cepat sampai tujuan juga tidak ada pengamen. Soal dapat tempat duduk itu hanya bonus. Karena biasanya prameks memang rada banyak penumpang. Tapi.. apa daya setelah dari browsing dan tanya sana-sini tentang kabar jadual prameks sekarang. Akhirnya diputuskan tak jadi baik prameks. Dulu aku biasa naik prameks ke Jenar pergi pagi naik kereta jam 06.45 dan pulang kadang jam 3 sore atau jam 6 sore. Namun sejak prameks anjlog di Kalasan sekitar November 2012 jadual prameks ke Kutoarjo pun berubah dari 3 kali jadual dan sekarang hanya 2 kali jadual per harinya.  Dengan logika 2 kali jadual pastilah kereta akan lebih penuh lagi dan tiket pun harus pesan jauh dari jam pemberangkatan. Padahal dulu santai aja kita beli tiket 10 menit sebelum kereta datang.
        Dan  aku naik bis ke Jenar. Ku menuju ke terminal Giwangan.  Cukup lama juga aku tak naik bis. Aku masih ingat dulu terakhir aku naik bis sekitar Mei 2008 dengan almarhum bapak. Dan  kemarin  aku salah parkir motor, aku kebingungan di mana tempat bus mangkal. Setahuku dulu saat masuk, aku tak perlu naik tangga. Tapi kok sekitar masih sepi. Aku tak berani lewat selain ada tanda masuk ke atas.  Ya sudah lah ku naik tangga juga. Aku melewati agen-agen bis yang masih tutup. Oh.. ternyata bus mangkal cukup jauh dari parkiran d harus melewati ruang tunggu dan naik turun tangga. Cukup lumayan untuk olah raga pagi J. Tiket  bis memang tak beda jauh dengan harga prameks 10 ribu saja namun dengan naik bis ekonomi kita akan dapat “pemandangan” baru. Kita akan melihat berbagai macam orang dan berbagai macam pengamen. Belum lagi para pedagang asongan yang aneh-aneh mnawarkan dagangan. Para pengamen dan asongan mungkin standar yang ditawarkannya namun di saat perjalanan pulang ada sebuah pedagang asongan yang cukup unik. Ada pedagang (seorang bapak) yang menawarkan jeruk. Para penumpang ada yang diminta mencicipi jeruknya. Dia menawarkan 6 jeruk dengan harga 10 ribu saja. Dengan asumsi 6 jeruk itu beratnya sekitar 1 kilogram. Setelah dengan bahasa rayuan  namun tak kunjung penumpang pun yang beli. Akhirnya sang bapak menambahkan jumlah jeruk dengan 10 ribu dapat 7 jeruk. Tak ada yang beli juga jumlah jeruk ditambah lagi  10 ribu dapat 8 jeruk. Tak ada yang beli juga. Dan turun lagi 9 jeruk, 10 ribu. Akhirnya ada yang beli. Karena jeruknya masih banyak. Bapak itu menambahkan jumlah jeruk per 10 ribu. 10 jeruk.. 11 jeruk.. Mulai satu persatu ada penumpang yang beli. Dan terakhir 12 jeruk dengan harga 10 ribu. Setengah karung jeruk pun ludes. Di pasar Gamping sang bapak pun turun dengan senang. Ah.. cukup menarik pula strategi pedagang asongan ini. Mungkin ini trik lama namun bagiku baru kali ini aku melihat pemandangan seperti ini. Inilah nikmatnya naik kendaraan umum ekonomi. Kenyamanan mungkin tak diperoleh namun dengan adanya hiburan-hiburan kecil para pengamen dan pedagang asongan telah membuktikan inilah sesungguhnya rakyat kita. Rakyat kelas bawah dengan berbagai dinamikanya. Dengan bersama mereka kita akan merasakan bahwa kita juga rakyat biasa, bagian dari mereka.
        Kembali ke desa leluhurku, Jenar. Ternyata setelah beberapa tahun tak ke sana ternyata wajah Jenar masih seperti yang dulu. Tak ada yang berubah. Aku bahkan heran dengan desa ini. Mengapa sejak aku kecil sampai aku besar tak banyak yang berubah. Tapi ku memakluminya desa ini memang desa kecil agak jauh dari pusat kabupaten. Dan Purworejo juga bukan kota industri atau pun kota pendidikan. Wajarlah kota ini  kurang peningkatan. Beda jauh dengan Yogya tiap tahun pasti ada yang berubah. Yogya kini merupakan kota dengan banyak hotel. Jarak antar hotel pun tak begitu jauh  bahkan ada yang kurang dari satu kilometer sudah berdiri beberapa hotel. Selain hotel, Yogya pun merupakan kota dengan banyak berdiri ruko. Aku sempat heran maju sekali perkembangan kota Yogya. Tak masalah Yogya tambah modern namun masyarakatnya tetap adem ayem dan satu lagi semoga jalanan tak macet. Biarlah cukup hanya saat liburan saja kota Yogya akan macet.
            Inilah suatu perubahan, lain dulu lain sekarang.

Sabtu, 17 Agustus 2013

5 Fakta Mengharukan Seputar Kemerdekaan Indonesia


Fakta-fakta di sini sangatlah mengejutkan dan belum banyak orang Indonesia yang mengetahui tentang hal-hal ini. Penasaran? Berikut adalah sedikit ulasan saya mengenai 5 fakta unik dan menakjubkan serta mengharukan seputar kemerdekaan Indonesia.

1. Soekarno sakit saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Ternyata, 2 jam sebelum pembacaan teks Proklamasi. Kemerdekaan RI pada pukul 10.00 tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno masih tidur pulas di kamarnya di Jalan. Pegangsaan Timur No. 56, Cikini-Jakarta Pusat akibat serangan penyakit malaria tertiana.

Suhu badannya sangat tinggi setelah semalam begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah dokter pribadinya yang bernama dr. Soeharto datang dan mengaliri chinineurethan intramusculair di darahnya dan menenggak pil brom chinine, ia tertidur pulas hingga pukul 09.00 WIB. Dan kemudian baru pada pukul 10.00 WIB memproklamasikan Kemerdekaan RI.

2. Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI sangatlah sederhana
Ternyata Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI berlangsung sangat sederhana; tanpa protokol, tak ada korps musik dan konduktor, tak ada pancaragam dan tiang berdera dari bambu kasar yang ditancapkan beberapa menit sebelum upacara.

3. Naskah asli Proklamasi ditemukan di tempat sampah
Tahukah kamu ? Ternyata, naskah asli Proklamasi Kemerdekaan RI yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didekte oleh Bung Hatta pada mulannya tidak disimpan oleh Pemerintah Indonesia. Naskah itu justru disimpan dengan baik oleh seorang wartawan bernama BM. Diah.

Konon, Diah menemukan naskah asli itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari. Diah menyerahkan naskah itu kepada Presiden Soeharto setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

4. Sang Saka Merah Putih dari seprai dan kain milik tukang soto
Ternyata bendera resmi pertama RI itu, kain putihnya terbuat dari kain seprai dan merahnya dari kain milik tukang soto. Terharu? Pasti.

5. Palestina yang pertama kali mengakui Kemerdekaan RI 
Ternyata, ketika tak ada satu negara di dunia pun yang secara berani dan tegas mengakui Kemerdekaan RI, Syekh Muhammad Amin al-Husaini (Mufti Palestina) hadir sebagai yang pertama memberikan pengakuan dan ucapan selama atas Kemerdekaan RI.

Tak hanya itu, beliau juga mendesak negara-negara Timur Tengah untuk mengekui Kemerdekaan Indonesia sehingga berhasil meyakinkan Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan.

MERDEKA !!!!!

Sumber : google.com

Rabu, 14 Agustus 2013

Ramadhan, I miss you...



S
udah seminggu ini, kita telah meninggalkan bulan Ramadhan. Bulan yang terbaik dalam satu tahun. Akankah kita senang atau malah sedih dengan berakhirnya Ramadhan ini ? Hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.
Aku sedih akan meninggalkan Ramadhan ini. Bisakah ibadahku tetap istiqomah di bulan-bulan setelah Ramadhan. Bisakah aku menangis bila aku curhat kepada Rabb-ku.. Bisakah aku membaca kitab-Mu dengan rutin. Bisakah aku tetap sholat di masjid yang mungkin hanya sesekali kulakukan bila tidak di bulan Ramadhan. Aku sangat rindu padamu, Ramadhan.
Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan ramadhan tahun lalu. Ramadhan ini aku dalam kondisi prihatin. Alhamdullillah masalah yang sedang kuhadapi datang saat menjelang Ramadhan. Dan dengan adanya ramadhan semua masalah aku tumpahkan kepada Rabbku. Kuberharap ada jalan keluarnya. Doa-doa dan hajat-hajatku slalu kuucapkan. Kuberserah diri padaNya. Hanya Dia yang tahu yang terbaik untukku.